oleh

Karantina 1000 Hafizh Resmi Ditutup Bupati  Gayo Lues

f5_resize
ereeeeeeeeee_resize
f56f_resize
f75_resize
WhatsApp Image 2019-11-30 at 13.02.00(1)_resize
Loading image... Loading image... Loading image... Loading image... Loading image...

Gayo Lues. Mediacenter – Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru Resmi menutup program 1000 hafizh. Program Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru – H. Said Sani, sudah berjalan selama Tiga Bulan kini program tersebut sudah selesai dan ditutup di Masjid Asal Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

Turut hadir Bupati Gayo Lues, Kadis Syariat Islam, Stap Ahli Bupati, Kaban BPBD dan dari beberapa pasantren tamu undangan kurang lebih lima ratus orang. Sabtu. (30 November 2019).

Dalam penutupan Program Karantina 1000 hafizh ini setiap pesantren menugaskan dua Santri untuk membacakan hafalan yang mereka hafal dan menyebutkan surat, juz beserta halamannya.

Kepala Dinas Syariat Islam Selaku Ketua Panitia dalam Program 1000 hafis melaporkan kegiatanya”, selama Tiga Bulan kegiatan program Seribu Hafis telah dilakukan, dalam program ini kita memberikan makan minum dan snack Tiga sekali sehari juga ada uang saku diberikan kepada santri penghafal Al – Qur’an di masukkan kerekening masing – masing, dalam kegiatan ini alhamdulilah tidak ada sesuatu hal yang tidak kita inginkan terjadi, alhamdulilah santri semua dalam keadaan sehat.

Selama Tiga Bulan program ini sudah berlangsung dan akan berahir 1 Desember 2019, jumlah hafis 1000 Orang dan 40 Guru hafis yang menyukseskan program ini.

Tujuan Memberikan pengetahuan hafizh ini, sebagai motivasi supaya kita Dekat dengan Al – Qur’an, memberikan generasi Hafizh Al – Qur’an”, ungkapnya.

Ustaz Usyairi Alhafizh memberi motivasi”, kita juga harus punya keinginan punya target untuk menghafal alquran dan  sebagai orang tua sebagai pimpinan pesantren kita harus punya visi dan misi terhadap Al – Qur’an.

Saya pernah melihat di Youtube, Syeh Alizaber menangis dan menyampaikan keinginan nya melahirkan1 juta penghafal Al – Qur’an di Indonesia, mungkin tidak cukup umur saya akan tetapi saya berharap dilanjutkan oleh generasi muda penghafal Alquran. Alhamdulillah Bupati kita telah mendidik 1000 hafizh dan hafizah tinggal 9000 lagi hafizh dan hafizah nya dididik .Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, dalam pengarahannya menuturkan”, bapak ibu hadirin yang dimuliakan Allah, para Santri kita ini adalah calon ulama yang sedang kami bimbing, para santri kami kalian adalah calon Pemimpin yang sedang kami persiapkan, kalian akan menjadi suri telandan dan untuk itu kalian diberi petunjuk oleh Allah agar belajar menghafal Al – Qur’an”, tuturnya.

Berterimakasihlah kepada kedua orang tua kita karena kita sudah dijadikan menjadi anak yang soleh, terus berdoa kepada mereka sudah membimbing kita tidak mengenal lelah demi kita menjadi suri teuladan yang terbaik, semoga mereka di beri kesehatan, mereka tidak pernah berharap agar kita membalas apa yang sudah mereka beri buat kita, tetapi kita harus mendoakanya dan semoga mereka diberi kemudahan kesehatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Harapan saya kepada kalian semua santri – santri kalian sangatlah berharga di mata masyarakat, jangan sampai kalian hanya berjubah saja tanpa menghormati jubah kalian, berkelakuan baiklah di pesantren kalian juga di luar pasantren tetap harus  berkelakuan baik terhadap masyarakat disekitar.

Saya berharap, pondok pesantren dijadikan tempat pembelajaran, jagalah nama baik pasentren jangan tinggalkan sholat berjamaah, ramaikalah masjid”, Katanya.

Dalam kesempatan itu juga Ustat Pane memberikan arahan kepada para santri”, cintai lah Al – Qur’an karena Allah, sering – seringlah mengulang bacan Al – Qur’an yang telah di hafal, dan dukunglah program Bupati, ketika magrib matikan tv dan diganti dengan Al-Qur’an”, tambahnya.

Faranisa anak kelas 4 SD berasal dari Pesantren Nurul Islam Rikit Gaib melantunkan Ayat Suci Al – Qur’an, dan Santriwan berasal dari Pesantren Tripe Jaya juga membacakan hafalannya.

Bupati Gayo Lues, dalam penutupanya membacakan surat Al – Baqarah dan program 1000 hafis resmi ditutupnya.

Editor : Dahlia Nurmaya Sari S.I.Kom.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed