oleh

Bantuan Bibit Jernang diberikan oleh Dirjen KSDA dan Ekosistem. Ir Wiranto Msc


Mediacenter. Gayo Lues – Masyarakat Putri Betung menerima bibit jernang, Bantuan ini di berikan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang tinggal di daerah hutan dan Bantuan ini berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues. Bibit jernang diberikan lansung oleh Dirjen KSDA dan Ekosistem. Ir Wiranto Msc.

Damping oleh Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru dan Anggota DPRRI Salim Fahri.pada selasa 12/11/19 di Los Pasar Putri Betung. Kedatangan Dirjen KSDA Wiranto ke Gayo Lues bertujuan untuk melakukan MOU antara KSDA dengan Bupati Gayo Lues dalam melestarikan hutan di kawasan Taman Nasional Guning Lauser serta hutan-hutan yang ada di Gayo Lues.

Wiranto juga menyebutkan Masyarakat boleh memanfaatkan hutan yang ada di taman nasional Gunung Lauser dengan menanam tamanan yang melestarikan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat salah satunya dengan budi daya jernang, kemiri dan tanaman lainnya.

Kadis Lingkungan Hidup Irwansyah mengatakan bibit jernang bukan saja diberikan kepada 4 kelompok tani yang ada di putri betung, Tetapi diberikan juga kepada 3 kecamatan lainnya seperti Blangkejeren, Dabun Gelang dan Blangpegayon yang bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan supaya masyarakat tidak melakukan penebangan hutan dan memanfaatkan lahan yang terlantar.

H Muhammad Amru meminta masyarakat Putri Betung agar tidak resah lagi dengan isu Relokasi pemukiman sudah ada ketentuan baru yang membolehkan masyarakat memanfaatkan TNGL sebagai tempat pemukiman dan tempat usaha.

Pada kesempatan itu Amru juga berharap Anggota DPRRI Fahri agar bisa membantu masyarakat Putri Betung memberdayakan ekonominnya.

Fahri juga berjanji kepada masyarakat Putri Betung akan memfasilitasi agar masyarakat Putri Betung bisa mendapatkan bantuan bibit-bibit tanaman yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed